Melihatmu Membunuhku (Puisi)
Pagi-pagi kutemukan diriku telah tiada seorang aku yang mati perlahan oleh rindu. Padahal semalam aku masih hidup, masih sempat datang ke rumahmu, membawa rindu yang lama terkurung di dada seperti tahanan yang lupa cahaya. Namun entah apa yang kau pikirkan. Dengan kedua mataku sendiri kulihat kau merobek surat itu, surat yang kububuhi parfum kesayanganku, s…