Menu Close
Blog
JIKA TUHAN TIDAK ADA (Lanjutan Teis atau Ateis)

JIKA TUHAN TIDAK ADA (Lanjutan Teis atau Ateis)

Tulisan sebelumnya (Baca Disini) membahas tentang teis dan ateis. Setelah memikirkan kembali berbagai argumen dari kedua sisi, saya sampai pada satu pertanyaan yang cukup mengganggu: Bagaimana jika Tuhan benar-benar tidak ada? Pertanyaan ini bukan bentuk penolakan terhadap Tuhan, melainkan usaha untuk melihat persoalan dari arah yang berbeda. Sebab terka…
Sebelas Januari (Cerpen Spesial)

Sebelas Januari (Cerpen Spesial)

Untuk alm. Aril Idris 7 Detik Sebelum Napas Terakhir Tujuh detik sebelum napas terakhir itu datang, waktu tiba-tiba berjalan lambat. Aku mendengar suara gaduh di sekelilingku, samar dan jauh, seperti datang dari lorong panjang yang gelap. Tubuhku terbaring di lantai dingin, sementara dadaku terasa sesak oleh sesuatu yang tak mampu dijelaskan. Seseorang mema…
Begadang (Puisi)

Begadang (Puisi)

Malam itu aku masih terjaga saat yang lain sedang menikmati mimpinya, mimpi indah dan mimpi buruk, tapi mungkin mimpi buruk itu memang buruk tapi seru juga ya? Tra peduli sebenarnya, hanya saja malam-malam ini aku takut tidur, bukan karena apa apa, atau takut bermimpi buruk, bukan dan bukan itu. Aku hanya takut memimpikanmu, mungkin kata orang itu adalah pe…
Pilihan (Puisi)

Pilihan (Puisi)

Tatapannya jeli. Bulu matanya lentik. Senyumnya tajam mengancam. Wanginya semerbak, menusuk hidung. Tubuhnya begitu proporsional. Singkat katanya cantik. Seketika jantungku seperti berhenti selama lima detik. Bulu kudukku berdiri, tanganku gemetar. Singkat katanya tertarik. Lalu ia mulai bicara fasih, tenang, penuh retorika. Kata-katanya tertata rapi sepert…
Tawa Ria (Puisi)

Tawa Ria (Puisi)

tentang lelaki yang menikam diri sendiri, kar'na di khianati negaranya sendiri, sudah saja ia percaya pada bunda Pertiwi, bahwa tanah negerinya masih suci, namun alang melintang tak kenal siapa, begitu juga orang orang yang memikirkan tahta, biar kamu masuk penjara, sedang ia kaya dan tertawa ria, jangan pula engkau berceloteh, sebab kemarin dia berkata…
Hai Bintang (Puisi)

Hai Bintang (Puisi)

jalan-jalan sore itu, terasa lengang, kosong, tra terasa apa apa, kubaringkan tubuhku dijalan itu, sampai bintang bintang menunjukkan dirinya, itu yang kutunggu, ingin kusapa, "hai bintang kecil, bagaimana malammu?" ~ bagian dari  "31 Hari Tanpa Siang"
Jika Maut Datang (Puisi)

Jika Maut Datang (Puisi)

Jika maut datang, katakan padanya: "tunggu sebentar." Aku sedang menerima tamu, sepuluh menit saja. Jika maut datang, katakan padanya: "tunggu sebentar." Aku hendak menghabiskan suapan terakhirku, sepuluh menit saja. Jika maut datang, katakan padanya: "tunggu sebentar." Aku ingin mengingat wajahmu untuk terakhir kalinya, se…
TEIS ATAU ATEIS?

TEIS ATAU ATEIS?

Judul ini bukan sekadar pilihan, melainkan pintu masuk ke pertanyaan yang lebih besar tentang sejauh mana manusia mampu memahami satu kebenaran? Perdebatan antara teis dan ateis tidak pernah benar-benar selesai, bukan karena tidak ada jawaban, tetapi karena setiap jawaban berdiri di atas paradigma yang berbeda. Cara seseorang memandang dunia akan menentukan…
Melihatmu Membunuhku (Puisi)

Melihatmu Membunuhku (Puisi)

Pagi-pagi kutemukan diriku telah tiada seorang aku yang mati perlahan oleh rindu. Padahal semalam aku masih hidup, masih sempat datang ke rumahmu, membawa rindu yang lama terkurung di dada seperti tahanan yang lupa cahaya. Namun entah apa yang kau pikirkan. Dengan kedua mataku sendiri kulihat kau merobek surat itu, surat yang kububuhi parfum kesayanganku,…