Menu Close
CATEGORY: Puisi
Menampilkan postingan dengan label Puisi
Pilih bulan & tahunnya:
Gantung Diri

Gantung Diri

ia berjalan pulang, meminta harapan,  kalau bisa kepastian, akan dikemanakan hidupnya ini. sekolah tak mampu ia bayar, buku tak mampu ia beli, pulpen tak dapat ia miliki, akan dikemanakan hidupnya ini. keluarganya pun tak berdaya, sukunya sama tak mampu,  negaranya pun seperti buta, mau dikemanakan hidupnya ini. Gantung Diri...........
Read more »
Seperti Anjing (Puisi)

Seperti Anjing (Puisi)

Seperti anjing, kita akan menjulurkan lidah saat kehausan. Seperti anjing, kita akan mengais-ngais tempat sampah saat lapar. Seperti anjing, kita akan melolong panjang saat senang. Seperti anjing, kita akan menyalak orang-orang asing yang tidak dikenal. Kita anjing. Kita anjing. Kita anjing. Memakan muntah sendiri karena lapar. Kita anjing. Kita anjing. Men…
Read more »
DESEMBER INI (Puisi)

DESEMBER INI (Puisi)

Tanggal di ponselku tiba‑tiba berubah tanggal satu.  ‘Desember.’ Rasanya seperti kau hadir tanpa permisi,  membawa dingin yang aku rindu. Ada senyum yang belum sempat kita selesaikan,  ada luka yang diam‑diam menunggu tanganmu. Beruntungnya … Malam tetap di sisiku, setia tanpa bertanya, tetap merangkulku dengan caranya sendiri. Tak ada yang bisa men…
Read more »
Melihat yang Tidak Ada

Melihat yang Tidak Ada

Aku butuh lenganmu Aku terbangun, basah oleh sesuatu yang bukan air, tetapi lebih asin dari laut yaitu air mata. Aku berenang dalam diam, menuju tepi kolam air mata ini, yang tak kutahu berasal dari siapa. Ataukah ini air mataku sendiri, yang tak pernah sempat kutangisi? Di sana, tergeletak seorang perempuan. Rambutnya kusut seperti malam yang tak selesai, …
Read more »
IRONI (Puisi)

IRONI (Puisi)

Malam-malam, bisik-bisik kudengar dari meja-meja, membicarakan dana-dana, yang mengalir berputar-putar di antara mereka-mereka. Dan ingat-ingat dulu mereka-mereka datang ke rumah-rumah, nangis-nangis untuk dipilih, dibagikannya minyak-minyak, beras-beras, dan kita yang bodoh-bodoh dengan otak-otak yang kita punya, mengagungkannya selama banyak kampanye-kam…
Read more »
KOPI

KOPI

Kenapa aku minum kopi. Untuk menahan datangnya mati. Dalam tiap uapnya ada jeda antar detik agar aku sempat berpikir lagi. Kan kuajarkan padamu tentang pahit yang bukan kepahitan semata tapi ruang di mana rasa dan waktu berdansa. Aku tenggelam dalam hening antara teguk mendengar denyut waktu seolah ia memanggil namaku diam-diam. Di da…
Read more »
Melati Putih Beraroma Mawar Merah

Melati Putih Beraroma Mawar Merah

Angin datang menerbangkan melati putih ber’aroma mawar merah. Lalu ia tumpahkan isi dadanya di pematang sawah yang menumbuhkan padi huma, hijau menguning untuk makan ribuan orang miskin. Namun tangan-tangan yang lapar tak pernah kenyang akan janji, dan matahari tetap membakar kulit yang memanggul jerami. Di balik senyum petani tersimpan luka serupa belati…
Read more »
Dingin dan Panas (Puisi)

Dingin dan Panas (Puisi)

Malam ini dingin, Dingin itu menusuk tulangku, Memakan Sumsumku, Seketika tulang itu patah, dan aku pun terjatuh, tak mampu untuk berjalan lagi. Aku pun merindu siang. Tapi... Siang itu panas, Panas itu membakar kulitku, Melahap dagingku, Kemudian tubuh itu meleleh, dan aku pun terjatuh, tak mampu untuk berjalan lagi. Aku pun merindu malam. Mataram, 20 Sept…
Read more »
Terluka (Puisi)

Terluka (Puisi)

Ingin Sunyi Rimba Rinjani Dari balik dinding, sayup kudengar tangis seorang gadis. Suara lirih merintih dalam gelap, menggema dalam sunyi. Hentikan semuanya... Aku lelah. Trauma ini menjerat, memerangkap dalam gaung piring pecah. Dentingnya mengiris, bergetar di kepala, memekakkan jiwa. Aku rindu sunyi, aku mendamba harmoni. Melodi yang tenang, irama yang i…
Read more »