Menu Close

Melihatmu Membunuhku (Puisi)

Pagi-pagi
kutemukan diriku telah tiada
seorang aku
yang mati perlahan
oleh rindu.

Padahal semalam
aku masih hidup,
masih sempat datang ke rumahmu,
membawa rindu
yang lama terkurung di dada
seperti tahanan yang lupa cahaya.

Namun entah apa yang kau pikirkan.

Dengan kedua mataku sendiri
kulihat kau merobek surat itu,
surat yang kububuhi
parfum kesayanganku,
seolah ingin meninggalkan jejak
bahwa aku pernah ada.

Dengan kedua mataku sendiri
kulihat kau mengabaikannya
seperti tak pernah ada perasaan
yang kutitipkan di sana.

Dan pagi ini
aku benar-benar mati.

Bukan oleh waktu,
bukan oleh luka,

melainkan oleh rindu
yang kau bunuh
dengan tanganmu sendiri.
Komentar