Menu Close

Dingin dan Panas (Puisi)


Malam ini dingin,

Dingin itu menusuk tulangku,

Memakan Sumsumku,

Seketika tulang itu patah,

dan aku pun terjatuh, tak mampu untuk berjalan lagi.

Aku pun merindu siang.

Tapi...

Siang itu panas,

Panas itu membakar kulitku,

Melahap dagingku,

Kemudian tubuh itu meleleh,

dan aku pun terjatuh, tak mampu untuk berjalan lagi.

Aku pun merindu malam.

Mataram, 20 September 2025

Komentar
☕ Need a cup of Coffee

Suka dengan tulisan ini?

Dukungan kecilmu sangat berarti bagi penulis

Buy Me a Coffee at Trakteer

Terima kasih atas dukungannya ❤️